Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.

Hal yang Perlu Diketahui Terkait Seks Saat Sedang Hamil Agar Terhindar dari Penyakit Kelamin Wanita

Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.
Bagi wanita dewasa, berbicara mengenai seks tentu bukan hal yang tabu. Sex education merupakan hal yang penting dan perlu disosialisasikan sejak dini agar mencegah perilaku seks menyimpang. Pengetahuan tentang seks memiliki banyak manfaat.

Salah satu manfaat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seksual adalah untuk mencegah terjadinya penyakit kelamin wanita yang rawan menyerang siapa saja. Banyak wanita yang sudah menikah dan sedang hamil bertanya-tanya mengenai hubungan seks saat hamil.

Apalagi banyak yang meragukan keamanan dalam berhubungan seks saat hamil, mengingat kondisi saat hamil merupakan kondisi yang riskan. Kali ini akan dibahas mengenai berbagai tips dan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh setiap pasangan mengenai hubungan seks saat sedang hamil.

Wanita yang sedang hamil cenderung memiliki emosi yang labil atau naik turun. Beberapa wanita tidak memiliki hasrat untuk melakukan hubungan seks saat sedang hamil, namun justru terdapat sebagian wanita yang menginginkan melakukan hubungan seks walaupun dalam keadaan hamil.

Banyak pasangan suami istri yang penasaran dan bertanya apakah aman berhubungan intim saat wanita sedang hamil? Beberapa wanita menganggap bawa berhubungan saat hamil itu berbahaya dan khawatir akan menimbulkan penyakit kelamin wanita. Berikut ini terdapat tips dan hal penting yang perlu diketahui oleh para ibu hamil.

1. Berhubungan seks saat hamil tergolong aman pada kondisi tertentu

Kondisi yang aman untuk melakukan hubungan seks saat hamil adalah ketika kehamilan wanita dalam keadaan normal.

Kehamilan dalam keadaan yang normal cenderung aman dan tidak membahayakan janin sehingga Anda dan pasangan dapat melakukan hubungan seks kapan saja saat hamil.

Kehamilan pada masa trimester pertama juga dikatakan aman dengan catatan selama masa kehamilan tidak mengalami komplikasi, pendarahan, dan tidak rentan keguguran. Apalagi si bayi akan terlindungi oleh cairan ketuban pada rahim yang tergolong kuat, sehingga ketika melakukan hubungan seks tidak akan membahayakan bayi tersebut.

Bayi juga dilindungi dengan adanya otot rahim dan lendir tebal yang berfungsi untuk menutup mulut rahim wanita dan mencegah terjadinya infeksi yang dapat menyebabkan penyakit kelamin wanita.

2. Bicarakan tentang hubungan seks dengan pasangan

Bagi para pria, jangan memaksakan pasangan yang sedang hamil untuk melakukan hubungan seksual. Jika dipaksakan dan tidak sesuai keinginan berdua, maka bisa jadi akan menimbulkan risiko besar yang tidak diinginkan.

Bahkan bisa jadi menyebabkan infeksi dan menjadi sumber penyakit kelamin wanita. Maka dari itu, baik pria maupun wanita usahakan untuk selalu berkomunikasi atau berbicara terlebih dahulu jika ingin melakukan hubungan seksual saat hamil. Hal ini penting berkaitan dengan keamanan janin ibunya.

3. Hindari beberapa hal dan kondisi yang membahayakan saat berhubungan seks ketika hamil

Meskipun boleh melakukan hubungan saat hamil, namun tetap ada batasan dan aturannya. Hal ini masih berkaitan dengan kondisi kehamilan.

Beberapa kondisi yang harus dihindari agar tidak melakukan hubungan seks di antaranya yaitu jangan sekali-kali pasangan meniupkan udara ke dalam vagina karena hal ini dapat menyebabkan tertutupnya pembuluh darah yang tentu akan berbahaya bagi janin dalam kandungan.

Risiko ini juga dikenal dengan embolisme udara. Selain itu, kondisi yang membahayakan lainnya yaitu sebagai berikut:

a) Jangan melakukan hubungan seksual ketika selaput ketuban atau membran amnion telah pecah, karena dapat menyebabkan infeksi yang mengakibatkan terjangkitnya penyakit kelamin wanita.

b) Jika Anda pernah melakukan persalinan secara prematur, sebaiknya untuk menghindari hubungan intim saat sedang hamil.

c) Ketika leher rahim sudah mulai terbuka, sebaiknya jangan dulu melakukan hubungan seks.

d) Jika Anda sedang mengandung bayi yang kembar, sebaiknya tidak sering untuk melakukan hubungan intim.

e) Ketika Anda dikatakan mengalami kondisi berupa plasenta previa atau posisi plasenta terletak di atas leher rahim atau dekat rahim, maka sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual karena memiliki risiko pendarahan yang tinggi.

f) Jika terjadi pendarahan dan keluar cairan tidak wajar yang berbau tak sedap setelah melakukan hubungan seksual, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter karena rentan terjadinya infeksi yang menyebabkan penyakit kelamin wanita.

g) Jika saat hamil muda sering mengalami kram perut, maka sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual dulu.

Pada dasarnya, jika Anda tidak mengalami berbagai masalah dengan rahim saat sedang hamil, dan tidak terjangkit penyakit kelamin wanita maka dapat melakukan hubungan seks.

4. Kenali beberapa posisi yang aman untuk berhubungan saat hamil

Posisi yang tepat saat melakukan hubungan seks pada saat hamil sebenarnya tergantung dari beberapa pasangan, asalkan dalam posisi yang nyaman dan tidak menyakiti maupun membebani wanita hamil tersebut.

Beberapa posisi yang dianjurkan di antaranya yaitu posisi wanita yang berada di atas, lalu posisi berbaring miring ke arah pasangan Anda. Selain itu, jika posisi wanita berada di bawah, maka dapat meletakkan bantal pada punggungnya sehingga dapat nyaman saat melakukan hal tersebut.

5. Sebaiknya jangan sering melakukan hubungan seks saat sedang hamil

Jangan sering melakukan hubungan seksual saat sedang hamil, apalagi sampai menyakiti si wanita dan membuat pasangan menjadi tidak nyaman.

Berhubungan seksual yang terlalu sering saat sedang hamil juga tidak terlalu baik. hal ini karena berhubungan seks ketika hamil dapat memicu infeksi seperti infeksi saluran kencing dan pada akhirnya dapat memicu timbulnya penyakit kelamin wanita. Anda dan pasangan harus bijak dalam menyikapi hal ini.

6. Ikuti anjuran dokter kandungan Anda


Biasanya, para ibu hamil akan rutin melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan. Pada waktu ini Anda dapat bertanya kepada dokter kandungan yang menangani Anda, apakah dapat melakukan hubungan seks dengan kondisi kehamilan tersebut.

Jika dokter mengatakan aman maka Anda dan pasangan dapat melakukannya. Namun jika kondisi dinyatakan tidak terlalu aman dan tidak diperkenankan melakukan hubungan seks, maka Anda sudah seharusnya menuruti anjuran dokter tersebut. Apalagi dokter tersebut yang mengerti kondisi kehamilan Anda dan menanganinya selama kehamilan.

Menjaga kebersihan alat kelamin ketika sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual juga tak kalah penting. Hal ini dapat mencegah terjadinya berbagai infeksi dari bakteri penyakit kelamin wanita yang dapat terjadi pada mereka yang sedang hamil juga. Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan pada dokter Anda.

Melakukan hubungan seks saat wanita sedang hamil adalah sah-sah saja dan diperbolehkan asalkan kondisi hamil dalam keadaan yang aman, seperti yang sudah diutarakan sebelumnya.

Penyakit kelamin wanita perlu diwaspadai karena beberapa jenis infeksi bisa timbul saat melakukan hubungan terlalu sering ketika hamil. Hal ini karena bukan berarti setiap pasangan dapat melakukan hubungan sesuai keinginan dan seenaknya saja. 


Hal yang perlu diprioritaskan adalah kesehatan bayi di dalam kandungannya. Jadilah pasangan yang bijak demi kebaikan bersama. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2
 

Arsip Blog

Original Content

Protected by Copyscape

Blog Protection

Copyright © Herbal Penyakit Kelamin | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com