Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.

Mengenal Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Penyakit HIV AIDS

 Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.
Ada satu penyakit yang walaupun dapat dihambat namun belum dapat disembuhkan hingga kini. Penyakit satu ini menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi di kalangan masyarakat.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini membuat penderitanya memiliki kekebalan yang rendah sehingga memiliki risiko komplikasi yang sangat tinggi. Ya, penyakit tersebut adalah penyakit HIV. HIV merupakan kepanjangan dari human immunodeficiency virus.

Seperti namanya, penyakit ini disebabkan oleh serangan virus. Penderita penyakit ini harus rutin mengkonsumsi obat agar pertumbuhan penyakit dapat dihambat sehingga harapan hidup penderita dapat lebih panjang.

Konsumsi obat yang teratur dapat membuat penderita dapat hidup dengan kondisi normal. Jika tidak ditangani dengan baik, penderita HIV dapat berubah menjadi penderita AIDS. Penderita AIDS adalah penderita yang ada pada tahap akhir infeksi virus. Penderita yang mencapai tahap ini sudah tidak memiliki daya untuk melawan infeksi virus.

A. Penyebab Penyakit


Penyebab penyakit HIV dapat dibagi menjadi dua. Penyebab yang pertama adalah melalui hubungan intim tidak aman. Penyebab yang kedua adalah menggunakan jarum suntik bergantian terutama saat menggunakan narkotika jenis suntik.

Nah, orang yang sudah terinfeksi virus HIV baik yang sudah memiliki gejala maupun yang belum, dapat menularkan infeksi virus tersebut kepada orang lain dengan cara di atas. Virus ini dapat dengan mudah menular dari orang yang baru terinfeksi beberapa minggu. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah menyebarnya penyakit ini dari penderita ke orang lainnya.

Sebenarnya, penyakit HIV tidak mudah menular dari satu penderita ke orang lainnya. Virus ini tidak seperti virus influenza yang menyebar melalui udara. Hal ini karena virus HIV tersebut hidup di bagian cairan tubuh.

Walaupun demikian, air liur, urin, maupun keringat tidak memiliki jumlah virus yang cukup banyak untuk dapat menular ke orang lain. Pada kondisi tertentu saja virus HIV tersebut dapat menular pada orang lain.

Adapun penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah penderita, ASI, dinding anus, cairan vagina, sperma, dan darah menstruasi. Jadi, HIV tidak akan menular melalui ciuman, bersin, gigitan, air ludah, berbagi perlengkapan mandi, memakai toilet yang sama, berbagi alat makan, dan sebagainya.

Cara penyebaran utama adalah melalui kontak dengan luka yang terbuka, melalui dinding tipis anus, alat kelamin, mulut, dan mata, serta melalui suntikan langsung saat menggunakan jarum yang bergantian.

B. Gejala Penyakit

Gejala penyakit HIV ini terbagi menjadi beberapa tahap. Tahap yang pertama adalah tahap serokonversi. Pada tahap ini, mereka yang terinfeksi akan merasa seperti terkena flu. Setelah terjadi hal tersebut, virus tidak akan menimbulkan gejala apapun bahkan selama beberapa tahun.

8 dari 10 penderita HIV mengalami tahap awal seperti flu. Tahap tersebut muncul dalam jangka waktu beberapa munggu setelah penderita terinfeksi. Adapun gejala yang dapat terjadi adalah demam, tenggorokan yang terasa sakit, pembengkakan limfa, muncul ruam di tubuh yang tidak gatal, kelelahan, diare, penurunan berat tubuh, mengalami nyeri otot dan persendian.

Gejala ini akan bertahan selama jangka waktu 1 sampai 2 bulan. Gejala ini juga dapat terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama. Walaupun kondisi ini dapat menjadi gejala awal HIV, namun, jika Anda mengalaminya, tidak selalu karena terserang virus tersebut.

Ada banyak penyakit lain yang mengalami gejala tersebut. Selain itu, gejala ini juga tidak selalu muncul pada penderita HIV tahap awal. Jadi, jika Anda merasa beresiko terkena penyakit ini segera periksakan ke klinik atau rumah sakit terdekat.

Tahap penyakit HIV yang kedua adalah masa saat penyakit ini tidak memiliki gejala apapun. Tahap ini dapat bertahan bertahun-tahun tanpa memberikan gejala. Tahapan ini juga dapat disebut dengan tahapan inkubasi atau masa-masa laten.

Walaupun tidak memiliki gejala, namun virus tetap hidup dan merusak sistem imun pad tubuh Anda. Penderita tidak sadar terkena penyakit ini dan tidak merasa masalah dengan tubuhnya. Tahapan ini dapat bertahan sampai dengan 10 tahun, bahkan lebih. Pada tahapan tersebut, penderita dapat menularkan penyakit tersebut pada orang lainnya.

Tahap penyakit HIV yang ketiga adalah tahap akhir. Pada tahap ini HIV telah melemahkan sistem imun dan membuat penderita dapat terserang penyakit serius dengan mudah. Penderita dalam tahap ini disebut sebagai penderita AIDS. Gejala yang muncul pada tahap akhir ini diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Pembengkakan kelenjar getah bening dan limfa.
2. Demam dengan jangka waktu panjang, 10 hari atau lebih.
3. Turunnya berat badan tanpa sebab
4. Mudah lelah
5. Berkeringat saat malam
6. Diare parah dan berkelanjutan
7. Sesak nafas
8. Mudah memar
9. Infeksi jamur di vagina, mulut, dan tenggorokan.

Pada tahap ini, penderita akan lebih mudah terkena penyakit ganas seperti kanker, pneumonia, dan TB.

C. Pengobatan Penyakit

Penyakit HIV memang penyakit yang mematikan, namun, bukan berarti tidak dapat dihambat pertumbuhannya. Walaupun belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, namun, penyakit ini dapat dihambat sehingga penderita yang terinfeksi HIV dapat hidup dengan waktu yang lebih lama terutama jika melakukan gaya hidup yang sehat.

Obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit ini adalah obat yang menghambat perkembangan virus. Jika Anda merasa curiga bahwa Anda kemungkinan terpapar HIV dalam waktu 3x24 jam, Anda bisa mengonsumsi obat yang dapat mencegah infeksi HIV terjadi.

Obat yang memiliki nama post exposure prophylaxis atau PEP ini dapat mencegah infeksi HIV terjadi. PEP dikonsumsi selama 1 bulan dengan waktu awal konsumsi maksimal 3 hari setelah terpapar. Obat ini dapat memberikan efek samping yang serius dan tidak menjamin keberhasilan.

Pengobatan yang dilakukan setelah seseorang positif terinfeksi HIV dilakukan secara bertahap. Penderita penyakit HIV harus melakukan pemeriksaan darah berkala untuk mengetahui bagaimana perkembangan virus sebelum dilakukan prosedur pengobatan.

Pengobatan akan mulai dilakukan setelah virus mulai bekerja melemahkan sistem imun tubuh. Hal ini ditentukan dengan mengukur seberapa tingkat sel CD4 yang ada di dalam darah. Setelah CD4 berada di bawah 350, pengobatan akan mulai dilakukan walaupun belum terjadi gejala apapun.

Tujuan melakukan pengobatan ini adalah untuk menekan HIV di dalam darah sehingga penyakit yang ditimbulkan HIV dapat ditunda. Bagi penderita penyakit HIV yang memiliki penyakit hepatitis B, pengobatan dilakukan lebih dini, yaitu saat CD4 ada pada angka di bawah 500.

Sebelum terkena, lebih baik mencegah tertularnya penyakit ini. Hal ini karena pengobatan tidak akan menyembuhkan penyakit. Obat yang digunakan untuk menekan infeksi penyakit HIV disebut dengan obat antiretroviral.

Obat ini tidak mematikan virus melainkan menekan pertumbuhan atau memperlambat pertumbuhannya. Pengobatan yang dilakukan melibatkan banyak jenis obat golongan tersebut karena HIV bisa jadi kebal dengan jenis obat tertentu.

Pengobatan kombinasi diperlukan untuk menekan perkembangan virus. Penderita harus meminum obat tersebut seumur hidupnya. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2
 

Label

Arsip Blog

Original Content

Protected by Copyscape

Blog Protection

Buku Tamu

Copyright © Herbal Penyakit Kelamin | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com