Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.

Penyebab dan Cara Menyembuhkan Gatal di Kemaluan Pria


Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.

Anggota tubuh tentu saja bisa dengan mudah terserang oleh berbagai jenis penyakit jika tidak dijaga dan dipelihara dengan baik. Beberapa penyakit bahkan bisa disebabkan karena tindakan yang tidak menjaga diri dengan baik dan cenderung ceroboh.

Tentu saja dengan kecerobohan tersebut bisa memberikan dampak salah satunya adalah gatal di kemaluan pria. Ada banyak sekali penyebab dari rasa gatal yang mungkin sekarang Anda rasakan, maka dari itu mulai dari sekarang harus benar-benar diperhatikan sehingga ketika sudah sembuh maka gatal-gatal tersebut tidak akan Anda rasakan lagi.

Nah, berikut ini akan kami sampaikan secara lengkap dan terperinci mengenai penyebab dan juga cara untuk menyembuhkan gatal khususnya di kemaluan pria.

1. Penyebab gatal pada kemaluan pria

Ada banyak sekali penyebab munculnya gatal pada kemaluan pria yang wajib Anda ketahui. Mengapa demikian? Jika sekarang Anda sedang mengalami gatal-gatal tersebut lalu sembuh tentu saja pengetahuan mengenai penyebabnya bisa Anda jadikan sebagai media dan cara paling tepat untuk bisa mencegah adanya gatal-gatal tersebut.

Jika Anda belum pernah mengalami gatal-gatal ini, tentu saja upaya Anda untuk menghindari penyakit kelamin yang khusus menyerang pria ini akan berjalan maksimal dan sempurna. Berikut ini beberapa poin penting penyebab gatal pada kemaluan pria diantaranya adalah:

a. Infeksi jamur

Infeksi jamur kerap kali menjadi penyebab munculnya gatal pada kemaluan pria. Tentu saja, jamur yang muncul di sekitar kemaluan ini juga tidak datang secara tiba-tiba namun karena dipacu oleh sesuatu hal seperti kebiasaan yang tidak benar.

Hal itu seperti tidak terjaga kebersihan, jarang mandi dan jarang membersihkan kelamin, sering membiarkan penggunaan celana dalam yang ketak dan lembab dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu saja, ada jenis penyakit seksual yang bisa memberikan rasa gatal dan rasa panas pada kelamin seperti kutil kelamin, herpes, dan juga klamidia.

b. Adanya kutu pada rambut

Rambut yang berada di sekitar kelamin tentu saja membutuhkan perawatan. Tentu saja bukan perawatan-perawatan yang sifatnya mahal, perawatan yang dibutuhkan hanyalah sebagai cara untuk memastikan bahwa area pada kelamin bersih, tidak lembab, tidak basah, dan juga tidak berbau.

Selain itu, kutu pada rambut juga menjadi penyebab rasa gatal. Untuk bisa mengantisipasi keberadaan kutu yang menyebabkan gatal di kemaluan pria maka bisa dengan cara mencukurnya dengan teratur.

c. Infeksi bakteri

Jika pada poin pertama sudah disampaikan mengenai infeksi jamur sebagai salah satu penyebab munculnya gatal pada kemaluan pria, ternyata infeksi bakteri juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Infeksi bakteri yang seringkali muncul tersebut disebabkan karena tidak terjaga ketika menggunakan alat kontrasepsi. Maka dari itu, dalam memilih dan menggunakan alat kontrasepsi diharapkan mampu bersungguh-sungguh bijak khususnya dalam menggunakannya.

d. Stres

Stres yang dirasakan karena banyaknya permasalahan yang ada juga menjadi salah satu penyebab munculnya gatal di kemaluan pria. Lalu apa hubungannya antara stres dan juga gatal? Jika seseorang merasakan stres bahkan stres yang berlebih dan tidak bisa dikendalikan maka tentu saja hormon yang berbeda akan diproduksi oleh tubuh.

Tentu saja keberadaan hormon tersebut akan memberikan pengaruh pada anggota tubuh yang lainnya salah satunya adalah kelamin khususnya pada pria.

e. Terserang kudis

Sesuai dengan namanya, penyebab gatal di kemaluan pria yang satu ini akan memberikan rasa yang sangat tidak enak sekali. Selain rasa gatal, rasa panas dan seperti terbakar akan Anda rasakan.

Kondisi ini tentu disebabkan karena kondisi kulit pada permukaan kelamin tidak dalam kondisi yang bersih, disebabkan karena penggunaan sabun atau bahan kimia lainnya yang tidak benar dan tidak sesuai. Disebabkan karena pergantian toilet duduk dengan orang yang memiliki penyakit kelamin dan masih banyak lagi.

Setelah berbicara lima penyebab dari gatal di kemaluan pria sekaligus penjelasannya secara rinci maka pada sesi selanjutnya akan dijelaskan mengenai cara-cara untuk bisa mengatasi rasa gatal tersebut.

1. Menggunakan obat anti jamur


Pembelian dan penggunaan obat anti jamur dirasa menjadi langkah yang penting dan benar untuk bisa menghilangkan gatal di kemaluan pria yang disebabkan oleh jamur.

Obat tersebut bisa dengan mudah Anda dapatkan di beberapa apotek-apotek yang dekat dengan kawasan tempat tinggal Anda. Cara menggunakannya pun cukup mudah sehingga Anda tidak perlu lagi khawatir dan kebingungan tentang tata cara menggunakannya.

2. Jangan digaruk


Tidak hanya gatal di kemaluan pria yang akan dirasakan namun juga akan disertai dengan rasa panas, rasa perih, dan rasa sakit lainnya yang akan memberikan dorongan besar bagi diri Anda untuk menggaruknya.

Tentu saja sangat tidak disarankan bahkan dilarang sangat keras perilaku ini. Mengapa bisa demikian? Tentu saja karena dengan menggaruk bagian permukaan kelamin akan menjadi salah satu pemicu munculnya luka-luka yang ada di sekitar kelamin.

Bukan kesembuhan yang akan Anda dapatkan namun rasa sakit berkali-kali lipat.

3. Mulai menjaga kebersihan

Tentu gatal di kemaluan pria ini juga disebabkan karena kebiasaan yang buruk. Tentu saja, dengan menghindari dan menjauhi kebiasaan buruk tersebut maka kesehatan anggota tubuh bisa terjamin salah satunya dengan menjaga kebersihan.

Kebersihan seperti apa yang dimaksud? kebersihan yang dimaksud tentu saja yang berhubungan dengan penggunaan celana dalam yang bersih, tidak membiarkan kelamin memunculkan bau yang tidak sedap, menghindari pakaian yang bisa menyebabkan kondisi yang lembab di sekitar kelamin dan masih banyak lagi.

4. Pergi ke dokter

Cara terakhir ini memang sangat wajib dilakukan jika ternyata semua usaha yang sudah Anda lakukan tidak maksimal dan tidak menghasilkan apa-apa. Gatal di kemaluan pria tersebut tetap saja muncul bahkan disertai dengan rasa sakit lainnya yang tidak tertahankan.

Keinginan Anda untuk menggaruk bagian permukaannya tentu saja menjadi salah satu penyebab lainnya seperti munculnya luka dan lecet pada permukaan kulit dan menimbulkan rasa perih yang tidak tertahankan lagi.

Tidak hanya itu saja, rasa perih tersebut bahkan akan membuat Anda merintih dan meneteskan air mata karena sudah tidak bisa menahannya lagi. Nah, jika kondisi ini yang Anda rasakan maka cepat-cepatlah pergi ke dokter untuk bisa mendapatkan perawatan yang intensif dan tentunya dengan penanganan yang cepat dan akurat.

Dokter tentu saja akan memberikan beberapa catatan untuk memperbaiki kebiasaan Anda yang tentunya sangat wajib untuk Anda patuhi.

Sangat penting bagi Anda untuk menyampaikan informasi mengenai bahaya penyakit kelamin pria kepada mereka yang belum mengetahuinya sehingga nantinya rasa gatal ini tidak akan pernah menyerang siapa pun.

Penyebab dan cara menyembuhkan dari gatal di kemaluan pria yang sudah dijelaskan secara detail di atas tentu bisa Anda jadikan sebagai referensi dan catatan sehingga nantinya hal buruk tersebut tidak akan pernah Anda rasakan lagi, tidak akan pernah menimpa Anda dan tidak akan pernah menimpa orang-orang yang Anda sayangi, lebih baik mencegah dari pada mengobati.


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2

Hal yang Perlu Diketahui Terkait Seks Saat Sedang Hamil Agar Terhindar dari Penyakit Kelamin Wanita

Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.
Bagi wanita dewasa, berbicara mengenai seks tentu bukan hal yang tabu. Sex education merupakan hal yang penting dan perlu disosialisasikan sejak dini agar mencegah perilaku seks menyimpang. Pengetahuan tentang seks memiliki banyak manfaat.

Salah satu manfaat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seksual adalah untuk mencegah terjadinya penyakit kelamin wanita yang rawan menyerang siapa saja. Banyak wanita yang sudah menikah dan sedang hamil bertanya-tanya mengenai hubungan seks saat hamil.

Apalagi banyak yang meragukan keamanan dalam berhubungan seks saat hamil, mengingat kondisi saat hamil merupakan kondisi yang riskan. Kali ini akan dibahas mengenai berbagai tips dan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh setiap pasangan mengenai hubungan seks saat sedang hamil.

Wanita yang sedang hamil cenderung memiliki emosi yang labil atau naik turun. Beberapa wanita tidak memiliki hasrat untuk melakukan hubungan seks saat sedang hamil, namun justru terdapat sebagian wanita yang menginginkan melakukan hubungan seks walaupun dalam keadaan hamil.

Banyak pasangan suami istri yang penasaran dan bertanya apakah aman berhubungan intim saat wanita sedang hamil? Beberapa wanita menganggap bawa berhubungan saat hamil itu berbahaya dan khawatir akan menimbulkan penyakit kelamin wanita. Berikut ini terdapat tips dan hal penting yang perlu diketahui oleh para ibu hamil.

1. Berhubungan seks saat hamil tergolong aman pada kondisi tertentu

Kondisi yang aman untuk melakukan hubungan seks saat hamil adalah ketika kehamilan wanita dalam keadaan normal.

Kehamilan dalam keadaan yang normal cenderung aman dan tidak membahayakan janin sehingga Anda dan pasangan dapat melakukan hubungan seks kapan saja saat hamil.

Kehamilan pada masa trimester pertama juga dikatakan aman dengan catatan selama masa kehamilan tidak mengalami komplikasi, pendarahan, dan tidak rentan keguguran. Apalagi si bayi akan terlindungi oleh cairan ketuban pada rahim yang tergolong kuat, sehingga ketika melakukan hubungan seks tidak akan membahayakan bayi tersebut.

Bayi juga dilindungi dengan adanya otot rahim dan lendir tebal yang berfungsi untuk menutup mulut rahim wanita dan mencegah terjadinya infeksi yang dapat menyebabkan penyakit kelamin wanita.

2. Bicarakan tentang hubungan seks dengan pasangan

Bagi para pria, jangan memaksakan pasangan yang sedang hamil untuk melakukan hubungan seksual. Jika dipaksakan dan tidak sesuai keinginan berdua, maka bisa jadi akan menimbulkan risiko besar yang tidak diinginkan.

Bahkan bisa jadi menyebabkan infeksi dan menjadi sumber penyakit kelamin wanita. Maka dari itu, baik pria maupun wanita usahakan untuk selalu berkomunikasi atau berbicara terlebih dahulu jika ingin melakukan hubungan seksual saat hamil. Hal ini penting berkaitan dengan keamanan janin ibunya.

3. Hindari beberapa hal dan kondisi yang membahayakan saat berhubungan seks ketika hamil

Meskipun boleh melakukan hubungan saat hamil, namun tetap ada batasan dan aturannya. Hal ini masih berkaitan dengan kondisi kehamilan.

Beberapa kondisi yang harus dihindari agar tidak melakukan hubungan seks di antaranya yaitu jangan sekali-kali pasangan meniupkan udara ke dalam vagina karena hal ini dapat menyebabkan tertutupnya pembuluh darah yang tentu akan berbahaya bagi janin dalam kandungan.

Risiko ini juga dikenal dengan embolisme udara. Selain itu, kondisi yang membahayakan lainnya yaitu sebagai berikut:

a) Jangan melakukan hubungan seksual ketika selaput ketuban atau membran amnion telah pecah, karena dapat menyebabkan infeksi yang mengakibatkan terjangkitnya penyakit kelamin wanita.

b) Jika Anda pernah melakukan persalinan secara prematur, sebaiknya untuk menghindari hubungan intim saat sedang hamil.

c) Ketika leher rahim sudah mulai terbuka, sebaiknya jangan dulu melakukan hubungan seks.

d) Jika Anda sedang mengandung bayi yang kembar, sebaiknya tidak sering untuk melakukan hubungan intim.

e) Ketika Anda dikatakan mengalami kondisi berupa plasenta previa atau posisi plasenta terletak di atas leher rahim atau dekat rahim, maka sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual karena memiliki risiko pendarahan yang tinggi.

f) Jika terjadi pendarahan dan keluar cairan tidak wajar yang berbau tak sedap setelah melakukan hubungan seksual, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter karena rentan terjadinya infeksi yang menyebabkan penyakit kelamin wanita.

g) Jika saat hamil muda sering mengalami kram perut, maka sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual dulu.

Pada dasarnya, jika Anda tidak mengalami berbagai masalah dengan rahim saat sedang hamil, dan tidak terjangkit penyakit kelamin wanita maka dapat melakukan hubungan seks.

4. Kenali beberapa posisi yang aman untuk berhubungan saat hamil

Posisi yang tepat saat melakukan hubungan seks pada saat hamil sebenarnya tergantung dari beberapa pasangan, asalkan dalam posisi yang nyaman dan tidak menyakiti maupun membebani wanita hamil tersebut.

Beberapa posisi yang dianjurkan di antaranya yaitu posisi wanita yang berada di atas, lalu posisi berbaring miring ke arah pasangan Anda. Selain itu, jika posisi wanita berada di bawah, maka dapat meletakkan bantal pada punggungnya sehingga dapat nyaman saat melakukan hal tersebut.

5. Sebaiknya jangan sering melakukan hubungan seks saat sedang hamil

Jangan sering melakukan hubungan seksual saat sedang hamil, apalagi sampai menyakiti si wanita dan membuat pasangan menjadi tidak nyaman.

Berhubungan seksual yang terlalu sering saat sedang hamil juga tidak terlalu baik. hal ini karena berhubungan seks ketika hamil dapat memicu infeksi seperti infeksi saluran kencing dan pada akhirnya dapat memicu timbulnya penyakit kelamin wanita. Anda dan pasangan harus bijak dalam menyikapi hal ini.

6. Ikuti anjuran dokter kandungan Anda


Biasanya, para ibu hamil akan rutin melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan. Pada waktu ini Anda dapat bertanya kepada dokter kandungan yang menangani Anda, apakah dapat melakukan hubungan seks dengan kondisi kehamilan tersebut.

Jika dokter mengatakan aman maka Anda dan pasangan dapat melakukannya. Namun jika kondisi dinyatakan tidak terlalu aman dan tidak diperkenankan melakukan hubungan seks, maka Anda sudah seharusnya menuruti anjuran dokter tersebut. Apalagi dokter tersebut yang mengerti kondisi kehamilan Anda dan menanganinya selama kehamilan.

Menjaga kebersihan alat kelamin ketika sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual juga tak kalah penting. Hal ini dapat mencegah terjadinya berbagai infeksi dari bakteri penyakit kelamin wanita yang dapat terjadi pada mereka yang sedang hamil juga. Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan pada dokter Anda.

Melakukan hubungan seks saat wanita sedang hamil adalah sah-sah saja dan diperbolehkan asalkan kondisi hamil dalam keadaan yang aman, seperti yang sudah diutarakan sebelumnya.

Penyakit kelamin wanita perlu diwaspadai karena beberapa jenis infeksi bisa timbul saat melakukan hubungan terlalu sering ketika hamil. Hal ini karena bukan berarti setiap pasangan dapat melakukan hubungan sesuai keinginan dan seenaknya saja. 


Hal yang perlu diprioritaskan adalah kesehatan bayi di dalam kandungannya. Jadilah pasangan yang bijak demi kebaikan bersama. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2
 

Hai Gentleman, Kamu Perlu Mewaspadai Berbagai Jenis Penyakit Kelamin Pria Ini!

Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.

Penyakit pada kelamin atau yang juga dikenal dengan penyakit menular seksual ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Para pria juga kerap menjadi sasaran dari penyakit ini.

Penyebab timbulnya penyakit seksual pada pria juga bisa jadi akibat pola hidup yang tidak sehat termasuk berganti-ganti pasangan. Biasanya penyakit kelamin pria ini menyerang pada mereka yang pernah melakukan hubungan seksual secara langsung dengan si penderita penyakit kelamin tersebut.

Banyak penyakit kelamin pada pria yang tidak diketahui sejak dini. Apalagi terdapat beberapa penyakit yang tidak menunjukkan tanda-tanda secara langsung atau bahkan tiba-tiba sembuh dan hilang begitu saja. Para pria tidak boleh menyepelekan tanda-tanda atau gejala penyakit kelamin ini. Berikut beberapa penyakit kelamin pada pria yang wajib diwaspadai siapa saja.

1. Sipilis

Penyakit kelamin pria satu ini disebabkan oleh bakteri yaitu Treponema Pallidum. Penularan penyakit ini umumnya dengan melakukan hubungan seksual dengan penderita penyakit sipilis.

Selain itu, penularan juga bisa melalui darah dengan penyebaran melalui penggunaan jarum suntik secara bersama-sama dengan si penderita sipilis.

Ibu hamil yang menderita penyakit ini juga bisa menurunkan penyakit ini kepada janin yang dikandungnya. Gejala sipilis ini muncul secara bertahap dari fase primer, sekunder, laten, hingga terparah bisa fase tersier.

Ciri-ciri orang yang terkena penyakit ini di antaranya adanya luka pada area kelamin namun pada awalnya tidak disertai rasa sakit. Bahkan bisa menghilang dan seperti sembuh dengan sendirinya, namun sebenarnya belum.

Lalu penderita akan merasakan nyeri saat melakukan hubungan seks dan juga saat buang air kecil. Gejala selanjutnya adanya cairan aneh yang keluar dari alat kelamin, lalu bintik merah pada bagian telapak tangan dan juga kaki.

Lama kelamaan penderita akan merasa nyeri dan demam pada sekujur tubuhnya. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan obat penisilin, namun jika sudah parah tentu memerlukan penanganan khusus dari dokter.

2. Gonore

Gonore merupakan penyakit kelamin pria yang disebabkan oleh bakteri dengan nama Neisseria Gonorrhoeae. Gejala jika seseorang terkena penyakit ini akan muncul setelah 10-20 hari pasca terinfeksi.

Tidak hanya menyerang pria, penyakit ini juga bisa terjadi pada para wanita. Beberapa gejala atau tanda jika telah terinfeksi penyakit ini yaitu penderita merasa sakit saat melakukan buang air kecil, merasa nyeri pada bagian kelaminnya dan bahkan hingga bengkak, lalu akan keluar nanah pada bagian penis.

Jika tidak diobati, maka gonore ini bisa semakin parah hingga menyerang organ lain seperti mata, sendi, dan bahkan tenggorokan.

3. Herpes

Penyakit kelamin pria bernama herpes ini disebabkan oleh virus bernama herpesviridae. Penularan bisa terjadi melalui hubungan seks dengan si penderita penyakit ini dan akan tertular dalam waktu cepat yaitu sekitar 3 hingga 10 hari pasca melakukan hubungan tersebut.

Penyakit jenis ini tergolong sulit untuk disembuhkan secara total, namun memang bisa untuk diobati. Hal ini karena virus yang telah memasuki tubuh si penderita. Penderita bisa sembuh, namun kadang-kadang juga bisa kambuh kembali. Gejala yang timbul yaitu seperti adanya luka atau lecet dengan menyerupai lubang namun berair.

4. Chlamydia

Chlamydia atau Klamidia merupakan penyakit seksual yang dapat ditularkan melalui hubungan seks baik secara oral, vaginal, maupun anal.

Beberapa tanda jika terinfeksi penyakit ini di antaranya yaitu testis si penderita mulai membengkak, penderita akan merasakan sakit atau nyeri saat hendak buang air kecil, penderita merasa sakit pada area perut bagian bawah, dan juga keluarnya cairan tertentu dari alat kelaminnya.

Gejala penyakit ini akan semakin berkembang setelah penderita terkena infeksi dalam waktu sekitar 21 hari. Penyakit ini dapat diobati jika sudah diketahui sejak dini, namun bisa berkemban lebih parah jika tidak segera diobati.

5. HIV

Penyakit kelamin pria maupun wanita yang sangat diwaspadai dan kerap menjadi penyebab utama kematian seseorang adalah HIV. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular seksual yang paling ditakuti oleh banyak orang.

Penyebab penyakit ini adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh seseorang. Penularan penyakit HIV dapat melalui hubungan seksual yang bebas, orang yang sering berbagi jarum suntik bersama hingga ibu hamil yang menularkan virus tersebut kepada janinnya.

6. Kutil Kelamin

Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan HPV atau Human Papilloma. Penderita penyakit kelamin pria ini akan mengalami beberapa gejala seperti adanya kutil maupun bisul pada alat kelaminnya. Biasanya terjadi setelah melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang terjangkit virus HPV tadi.

7. Epididimitis

Penyakit kelamin pria ini dapat menyebabkan peradangan pada bagian belakang testis seorang pria. Penyebab penyakit ini karena bakteri yang juga menyebabkan penyakit kelamin seperti klamidia dan juga gonore.

Beberapa gejala yang menunjukkan seseorang menderita penyakit epididimitis yaitu adanya rasa nyeri pada bagian testisnya, adanya benjolan pada bagian testis penderita, mengalami pembengkakan pada skrotum dan pembengkakan kelenjar getah bening di area selangkangan.

Selain itu, si penderita tentu saja akan merasa sakit saat hendak buang air kecil dan adanya cairan tertentu yang dikeluarkan dari penis.

8. Urethritis

Urethritis merupakan penyakit kelamin pria yang menyerang pada bagian uretra atau saluran kencing. Penyakit ini menyebabkan adanya peradangan pada bagian tersebut. Padahal bagian tersebut berperan sangat penting sebagai saluran untuk mengalirkan air kencing agar keluar dari tubuh seseorang.

Beberapa gejala yang dapat dirasakan penderita di antaranya yaitu keluarnya nanah dari penis, penderita merasakan panas ketika buang air kecil, lalu adanya darah dari air kencing maupun air manu yang dikeluarkan.

9. Prostatitis

Penyakit kelamin pria yang juga menyebabkan adanya peradangan maupun pembengkakan adalah prostatitis. Penyakit ini menyerang pada bagian yang dinamakan kelenjar prostat, yaitu suatu kelenjar yang dapat menghasilkan air mani.

Penderita biasanya akan kesulitan dan merasa sakit ketika sedang buang air kecil, merasa sakit pada bagian tertentu di tubuhnya yaitu selangkangan, perut bagian bawah, hingga di bagian punggung. Bahkan penderita juga bisa mengalami gejala seperti flu.

Berbagai penyakit kelamin tersebut dapat diobati jika terdeteksi lebih dulu, kecuali HIV yang memang tergolong sulit disembuhkan secara total dan kerap berujung kematian pada penderitanya. 


Namun penyakit tersebut dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan pada saat sebelum dan sesudah melakukan hubungan seks, lalu jauhi seks bebas dan perilaku seks menyimpang.
 

Salah satu upaya tindakan pencegahan agar terhindar dari berbagai penyakit kelamin pria adalah dengan setia pada pasangan. Bagi pria yang sudah memiliki pasangan dan pernah melakukan hubungan seks dengan pasangannya, sebaiknya selalu melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter.

Jangan lupa ajak pasangan Anda untuk cek bersama. Tak lupa juga selalu menjaga kebersihan dan melakukan hubungan yang sehat dengan pasangan. 



Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2
 

Penyebab dan Cara Mencegah Gatal pada Kemaluan Pria

Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.
Baik pria maupun wanita sering kali merasakan gatal pada daerah kemaluan. Bagi Anda para pria, jangan khawatir jika Anda merasa gatal pada kemaluan Anda.

Walaupun beberapa jenis gatal dapat disebabkan oleh penyakit menular, namun tidak semua rasa gatal pada kemaluan merupakan indikasi penyakit kelamin menular atau berbahaya. Gatal pada kemaluan pria ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori.

Rasa gatal biasanya dapat diatasi dengan pengobatan mandiri dengan menggunakan obat yang bisa dibeli dengan bebas di apotek. Hal yang menjadi masalah adalah rasa gatal yang tidak kunjung reda walaupun sudah diobati sendiri.

Hal ini lah yang perlu Anda amati dan Anda tangani dengan melakukan konsultasi dengan dokter Anda. Nah, untuk mengetahui berbagai jenis penyebab gatal dan bahayanya, mari kita cari tahu bersama apakah gatal yang terjadi pada kemaluan Anda termasuk ciri dari penyakit menular atau bukan. Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda.

A. Penyebab gatal

Penyebab gatal pada kemaluan pria ada berbagai macam. Penganan masalah gatal tersebut pun berbeda tergantung dari penyebab gatalnya. Adapun penyebab gatal diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Jamur

Penyebab gatal pada kemaluan pria yang pertama adalah akibat infeksi jamur. Biasanya, infeksi jamur yang menyebabkan gatal ini masuk dalam kategori yang tidak berbahaya. Anda dapat mengobatinya dan dapat sembuh dengan cepat dengan menggunakan obat anti jamur yang ada di pasaran.

Walaupun sebagian besar tidak membahayakan, namun, waspada tetap menjadi hal yang perlu Anda lakukan. Mengapa? Hal ini karena infeksi dapat menyebabkan dampak yang cukup serius pada kepala penis. Hal ini biasa disebut dengan kandidas balantis.

Jamur yang menyebabkan gatal pada penis ini biasanya sudah ada dalam tubuh secara alami, namun, tidak berbahaya jika tubuh Anda dalam kondisi sehat.

Pada kondisi tubuh spesifik seperti pada penderita penyakit diabetes, jamur dapat menginfeksi dengan cara berkembangbiak dengan cepat. Infeksi ini bisa muncul kembali walaupun sudah disembuhkan terutama pada penderita diabetes.

Adapun gejala yang akan timbul jika Anda mengalami gatal pada kemaluan pria akibat infeksi jamur ini diantaranya adalah terjadinya pembengkakan pada bagian penis, terbentuk ruam yang berwarna kemerahan, balik kulup mengeluarkan cairan yang kental, serta timbulnya bau yang tidak wajar.

Saat penderita gatal akibat jamur ini melakukan hubungan seksual atau buang air kecil, biasanya akan merasakan rasa nyeri. Penderita juga bisa mengalami kesulitan pada saat akan menutup kulup penis.

Walaupun jamur dapat menginfeksi siapa saja, namun, orang dengan kondisi khusus memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi jamur ini.

Adapun kondisi khusus diantaranya adalah orang yang kerap menggunakan pakaian ketat, penderita penyakit HIV, penderita diabetes, orang yang mengalami obesitas, orang dengan kekebalan tubuh yang menurun, orang yang sedang melakukan pengobatan dengan mengonsumsi antibiotik, orang yang melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang pernah mengalami penyakit serupa, dan sedang melakukan konsumsi corticosteroid baik dalam bentuk oles maupun oral.

2. PMS

Penyebab gatal pada kemaluan pria yang kedua adalah akibat adanya PMS. PMS yang dimaksud di sini adalah penyakit menular seksual. Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, rasa gatal dapat disebabkan karena adanya penyakit menular yang diderita.

Ya, salah satu ciri Anda menderita penyakit menular seksual adalah rasa gatal tersebut. Adapun jenis penyakit menular seksual yang memiliki tanda rasa gatal pada alat kelamin pria salah satunya adalah penyakit gonore.

Penyakit gonore ini adalah penyakit menular seksual yang selain memberikan ciri rasa gatal pada kelamin, juga diikuti dengan adanya cairan hijau atau putih yang keluar dari ujung alat kelamin Anda dan rasa nyeri pada alat kelamin Anda.

Penyakit menular seksual yang memiliki ciri rasa gatal pada kemaluan pria yang kedua adalah klamidia. Klamidia adalah penyakit yang gejalanya sangat mirip dengan gejala penyakit kelamin gonore.

Hal utama selain rasa gatal yang ditimbulkan sebagai efek penyakit ini adalah adanya cairan yang keluar dari ujung penis dengan warna putih atau warna hijau diikuti timbulnya rasa nyeri pada penis.

3. Iritasi

Penyebab rasa gatal pada kemaluan pria lainnya yang sering terjadi adalah adanya iritasi. Iritasi dapat timbul oleh banyak hal. Salah satu yang paling sering terjadi adalah iritasi yang disebabkan oleh urin, bahan yang terkandung pada sabun untuk mandi yang digunakan, serta adanya cairan penis yang dapat menyebabkan iritasi yang diberi nama smegma.

4. Penyebab lain

Selain 3 penyebab di atas, ada juga penyebab lainnya yang mungkin dapat menyerang Anda. Penyebab tersebut diantaranya adalah adanya penyakit kulit tertentu misal eksim, planus lichen, dan psoriasis, memiliki kadar gula yang tinggi pada tubuh, infeksi yang disebabkan oleh adanya bakteri, kudis, serta adanya kutu pada rambut kemaluan.

Nah, jika Anda merasa gatal pada kemaluan Anda yang tidak hilang walaupun sudah berhari-hari, sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab gatal pada kemaluan pria yang sebenarnya.

Hal ini akan sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit yang semakin parah dan membahayakan di kemudian hari. Konsultasi dengan dokter akan membantu Anda mempercepat penanganan dan penyembuhan penyakit.

Hal ini karena pengobatan akan lebih tepat sasaran. Adapun beberapa indikasi rasa gatal yang perlu segera melakukan konsultasi dengan dokter adalah rasa gatal yang disertai dengan adanya darah pada urin Anda, gatal yang disertai dengan perasaan mual serta muntah, dan rasa gatal pada kemaluan yang disertai dengan timbulnya demam tinggi.

Gatal pada kemaluan pria dengan tingkatan ringan memang dapat dengan mudah ditangani dengan obat apotek yang tersedia. Walaupun demikian, mencegah tentunya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan mengobati bukan?

Nah, untuk mencegah timbulnya rasa gatal, Anda harus menjaga kebersihan alat kelamin Anda. Caranya adalah dengan mencuci penis Anda dengan air yang hangat serta sabun yang memiliki bahan ringan setidaknya 1 kali sehari.

Daerah yang paling penting untuk dibersihkan adalah bagian kulup bagi yang belum melakukan sunat. Jangan lupa untuk membersihkan bagian dasar penis Anda dengan sabun tanpa parfum, bagian anus, serta bagian testikel.

Walaupun mencuci penis itu baik dilakukan, namun, jangan terlalu sering melakukannya karena justru akan menyebabkan iritasi dan atau rasa nyeri. Cukup lakukan 1-2 kali sehari.

Selain cara di atas, Anda juga bisa mencegahnya dengan mengganti celana setelah dipakai 24 jam. Cara lain yang dapat digunakan untuk mencegah gatal pada kemaluan pria adalah menghindari pemakaian baju basah terlalu lama dan celana ketat, banyak minum air putih, dan mengerikan penis setelah mandi dan buang air kecil.

Bagi bayi, Anda dapat mengganti popok yang dikenakan bayi sesering mungkin. Selanjutnya, Anda harus menghindarkan pemakaian bedak pada penis bayi karena menyebabkan iritasi.



Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2
 

Mengenal Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Penyakit HIV AIDS

 Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.
Ada satu penyakit yang walaupun dapat dihambat namun belum dapat disembuhkan hingga kini. Penyakit satu ini menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi di kalangan masyarakat.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini membuat penderitanya memiliki kekebalan yang rendah sehingga memiliki risiko komplikasi yang sangat tinggi. Ya, penyakit tersebut adalah penyakit HIV. HIV merupakan kepanjangan dari human immunodeficiency virus.

Seperti namanya, penyakit ini disebabkan oleh serangan virus. Penderita penyakit ini harus rutin mengkonsumsi obat agar pertumbuhan penyakit dapat dihambat sehingga harapan hidup penderita dapat lebih panjang.

Konsumsi obat yang teratur dapat membuat penderita dapat hidup dengan kondisi normal. Jika tidak ditangani dengan baik, penderita HIV dapat berubah menjadi penderita AIDS. Penderita AIDS adalah penderita yang ada pada tahap akhir infeksi virus. Penderita yang mencapai tahap ini sudah tidak memiliki daya untuk melawan infeksi virus.

A. Penyebab Penyakit


Penyebab penyakit HIV dapat dibagi menjadi dua. Penyebab yang pertama adalah melalui hubungan intim tidak aman. Penyebab yang kedua adalah menggunakan jarum suntik bergantian terutama saat menggunakan narkotika jenis suntik.

Nah, orang yang sudah terinfeksi virus HIV baik yang sudah memiliki gejala maupun yang belum, dapat menularkan infeksi virus tersebut kepada orang lain dengan cara di atas. Virus ini dapat dengan mudah menular dari orang yang baru terinfeksi beberapa minggu. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah menyebarnya penyakit ini dari penderita ke orang lainnya.

Sebenarnya, penyakit HIV tidak mudah menular dari satu penderita ke orang lainnya. Virus ini tidak seperti virus influenza yang menyebar melalui udara. Hal ini karena virus HIV tersebut hidup di bagian cairan tubuh.

Walaupun demikian, air liur, urin, maupun keringat tidak memiliki jumlah virus yang cukup banyak untuk dapat menular ke orang lain. Pada kondisi tertentu saja virus HIV tersebut dapat menular pada orang lain.

Adapun penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah penderita, ASI, dinding anus, cairan vagina, sperma, dan darah menstruasi. Jadi, HIV tidak akan menular melalui ciuman, bersin, gigitan, air ludah, berbagi perlengkapan mandi, memakai toilet yang sama, berbagi alat makan, dan sebagainya.

Cara penyebaran utama adalah melalui kontak dengan luka yang terbuka, melalui dinding tipis anus, alat kelamin, mulut, dan mata, serta melalui suntikan langsung saat menggunakan jarum yang bergantian.

B. Gejala Penyakit

Gejala penyakit HIV ini terbagi menjadi beberapa tahap. Tahap yang pertama adalah tahap serokonversi. Pada tahap ini, mereka yang terinfeksi akan merasa seperti terkena flu. Setelah terjadi hal tersebut, virus tidak akan menimbulkan gejala apapun bahkan selama beberapa tahun.

8 dari 10 penderita HIV mengalami tahap awal seperti flu. Tahap tersebut muncul dalam jangka waktu beberapa munggu setelah penderita terinfeksi. Adapun gejala yang dapat terjadi adalah demam, tenggorokan yang terasa sakit, pembengkakan limfa, muncul ruam di tubuh yang tidak gatal, kelelahan, diare, penurunan berat tubuh, mengalami nyeri otot dan persendian.

Gejala ini akan bertahan selama jangka waktu 1 sampai 2 bulan. Gejala ini juga dapat terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama. Walaupun kondisi ini dapat menjadi gejala awal HIV, namun, jika Anda mengalaminya, tidak selalu karena terserang virus tersebut.

Ada banyak penyakit lain yang mengalami gejala tersebut. Selain itu, gejala ini juga tidak selalu muncul pada penderita HIV tahap awal. Jadi, jika Anda merasa beresiko terkena penyakit ini segera periksakan ke klinik atau rumah sakit terdekat.

Tahap penyakit HIV yang kedua adalah masa saat penyakit ini tidak memiliki gejala apapun. Tahap ini dapat bertahan bertahun-tahun tanpa memberikan gejala. Tahapan ini juga dapat disebut dengan tahapan inkubasi atau masa-masa laten.

Walaupun tidak memiliki gejala, namun virus tetap hidup dan merusak sistem imun pad tubuh Anda. Penderita tidak sadar terkena penyakit ini dan tidak merasa masalah dengan tubuhnya. Tahapan ini dapat bertahan sampai dengan 10 tahun, bahkan lebih. Pada tahapan tersebut, penderita dapat menularkan penyakit tersebut pada orang lainnya.

Tahap penyakit HIV yang ketiga adalah tahap akhir. Pada tahap ini HIV telah melemahkan sistem imun dan membuat penderita dapat terserang penyakit serius dengan mudah. Penderita dalam tahap ini disebut sebagai penderita AIDS. Gejala yang muncul pada tahap akhir ini diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Pembengkakan kelenjar getah bening dan limfa.
2. Demam dengan jangka waktu panjang, 10 hari atau lebih.
3. Turunnya berat badan tanpa sebab
4. Mudah lelah
5. Berkeringat saat malam
6. Diare parah dan berkelanjutan
7. Sesak nafas
8. Mudah memar
9. Infeksi jamur di vagina, mulut, dan tenggorokan.

Pada tahap ini, penderita akan lebih mudah terkena penyakit ganas seperti kanker, pneumonia, dan TB.

C. Pengobatan Penyakit

Penyakit HIV memang penyakit yang mematikan, namun, bukan berarti tidak dapat dihambat pertumbuhannya. Walaupun belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, namun, penyakit ini dapat dihambat sehingga penderita yang terinfeksi HIV dapat hidup dengan waktu yang lebih lama terutama jika melakukan gaya hidup yang sehat.

Obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit ini adalah obat yang menghambat perkembangan virus. Jika Anda merasa curiga bahwa Anda kemungkinan terpapar HIV dalam waktu 3x24 jam, Anda bisa mengonsumsi obat yang dapat mencegah infeksi HIV terjadi.

Obat yang memiliki nama post exposure prophylaxis atau PEP ini dapat mencegah infeksi HIV terjadi. PEP dikonsumsi selama 1 bulan dengan waktu awal konsumsi maksimal 3 hari setelah terpapar. Obat ini dapat memberikan efek samping yang serius dan tidak menjamin keberhasilan.

Pengobatan yang dilakukan setelah seseorang positif terinfeksi HIV dilakukan secara bertahap. Penderita penyakit HIV harus melakukan pemeriksaan darah berkala untuk mengetahui bagaimana perkembangan virus sebelum dilakukan prosedur pengobatan.

Pengobatan akan mulai dilakukan setelah virus mulai bekerja melemahkan sistem imun tubuh. Hal ini ditentukan dengan mengukur seberapa tingkat sel CD4 yang ada di dalam darah. Setelah CD4 berada di bawah 350, pengobatan akan mulai dilakukan walaupun belum terjadi gejala apapun.

Tujuan melakukan pengobatan ini adalah untuk menekan HIV di dalam darah sehingga penyakit yang ditimbulkan HIV dapat ditunda. Bagi penderita penyakit HIV yang memiliki penyakit hepatitis B, pengobatan dilakukan lebih dini, yaitu saat CD4 ada pada angka di bawah 500.

Sebelum terkena, lebih baik mencegah tertularnya penyakit ini. Hal ini karena pengobatan tidak akan menyembuhkan penyakit. Obat yang digunakan untuk menekan infeksi penyakit HIV disebut dengan obat antiretroviral.

Obat ini tidak mematikan virus melainkan menekan pertumbuhan atau memperlambat pertumbuhannya. Pengobatan yang dilakukan melibatkan banyak jenis obat golongan tersebut karena HIV bisa jadi kebal dengan jenis obat tertentu.

Pengobatan kombinasi diperlukan untuk menekan perkembangan virus. Penderita harus meminum obat tersebut seumur hidupnya. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2
 

4 Penyakit Kelamin pada Wanita yang Perlu Anda Waspadai

Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.
Sebagai wanita, sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh termasuk kesehatan organ intim. Hal ini karena kesehatan organ intim akan sangat berpengaruh pada kesuburan dan juga dapat berubah menjadi berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

Beberapa penyakit dapat menyebabkan kanker jika tidak diatasi sejak dini. Ada banyak jenis penyakit kelamin pada wanita yang dapat Anda temukan. Ada penyakit yang disebabkan karena adanya iritasi, ada juga penyakit yang disebabkan karena adanya alergi.

Selain itu ada juga penyakit kelamin wanita yang disebabkan karena hal lainnya misalnya karena serangan virus atau bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. Nah, untuk mengetahui berbagai jenis penyakit kelamin wanita beserta tanda-tandanya, berikut ulasannya untuk Anda.

1. Keputihan

Salah satu penyakit kelamin pada wanita yang sangat sering terjadi pada wanita adalah keputihan. Keputihan atau keluarnya cairan dari vagina sebenarnya adalah hal yang sangat wajar terjadi pada wanita.

Keluarnya cairan tersebut memiliki beberapa manfaat mulai dari melembabkan sampai dengan sebagai reaksi perlindungan atau penegahan infeksi pada area vagina Anda. Keputihan yang wajar adalah keputihan dengan warna yang jernih atau warna putih dengan karakteristik agak encer, tebal atau kental serta lengket.

Keputihan yang harus Anda waspadai dan memiliki potensi sebagai penyakit kelamin pada wanita adalah keputihan yang memiliki warna cairan berbeda. Misalnya berwarna hijau, kuning, atau berwarna abu-abu seperti halnya nanah.

Hal yang harus lebih diwaspadai lagi jika cairan yang keluar bercampur dengan darah. Keluarnya cairan yang tidak lazim tersebut dapat menjadi indikator bahwa terjadi masalah pada organ kewanitaan Anda.

Biasanya, keputihan yang tidak wajar ini juga diikuti dengan masalah bau yang tidak sedap pada area kewanitaan, terjadi bengkak, serta kemerahan pada bagian kewanitaan kita diikuti dengan rasa gatal sampai dengan rasa terbakar. Beberapa juga disertai dengan rasa nyeri pada bagian perut bawah dan juga nyeri pada saat melakukan hubungan intim serta merasa demam.

Penyakit keputihan yang tidak lazim ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Keputihan yang tidak wajar tersebut dapat menjadi sebuah indikator adanya peradangan pada bagian vagina dan atau pada bagian mulut serviks.

Keputihan tidak wajar juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, serta jamur. Beberapa keputihan yang tidak wajar disebabkan karena infeksi menular seksual misalnya jenis klamidia, trikomoniasi, dan gonore.

2. Herpes

Penyakit kelamin pada wanita yang kedua adalah herpes. Penyakit jenis ini termasuk dalam jenis PMS atau penyakit menular seksual. Saat penderita pertama kali mengalami penyakit ini, biasanya tidak ada tanda-tanda khusus yang akan terjadi.

Namun, sebenarnya virus penyebab penyakit ini sudah hidup di dalam organ kewanitaan Anda walaupun bisa saja virus tersebut masih dalam bentuk inaktif. Virus ini dapat masuk ke tubuh wanita melalui labia, mulut, vagina, serta adanya luka yang terbuka.

Penularan hanya akan terjadi jika terjadi kontak pada kulit secara langsung misalnya karena melakukan aktivitas seksual dengan berbagai cara termasuk cara anal dan oral dengan pasangan yang sudah menderita penyakit ini terlebih dahulu.

Bagi penderita yang terserang salah satu penyakit kelamin pada wanita ini, ada beberapa tanda yang dapat diwaspadai. Adapun tanda yang pertama adalah adanya gejala seperti terserang flu dan merasa demam. Selain itu, otot serta sendi pada tubuh Anda terasa nyeri, pada area yang terinfeksi,

Anda akan merasakan rasa gatal yang kemudian akan berkembang menjadi rasa panas seperti halnya rasa terbakar dengan rasa nyeri yang menyertainya. Selain itu, Anda akan mengalami keputihan dengan penampakan yang tidak normal.

Saat Anda buang air kecil, Anda akan merasakan sakit. Tanda lainnya adalah muncul lenting yang berwarna kemerahan, di dalamnya berisi cairan serta luka pada daerah vagina, selangkangan, dan pantat yang tumbuh dengan cara berkelompok.

3. Salpingitis

Penyakit kelamin pada wanita yang ketiga adalah salpingitis. Penyakit jenis ini menyerang bagian saluran tuba dan menyebabkan peradangan. Penyakit jenis ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri sama halnya dengan penyakit gonore serta klamidia.

Peradangan yang disebabkan oleh bakteri ini dapat berdampak serius dan menyebabkan kerusakan dengan sifat permanen pada daerah saluran tuba sehingga mempengaruhi kesuburan wanita sampai dengan menyebabkan infertilitas.

Pada kasus yang ringan, tidak akan tampak gejala yang berarti pada penderita. Kemungkinan, gejala yang akan muncul adalah terjadinya keputihan dengan intensitas dan ciri yang tidak normal serta menimbulkan bau.

Adanya bercak pada keputihan Anda, punggung bagian bawah serta perut yang terasa sakit, mengalami dismenorea atau rasa sakit yang terjadi saat sedang menstruasi, mengalami sakit pada saat Anda memasuki masa subur, merasa sakit saat sedang melakukan hubungan seksual, sering merasa ingin buang air kecil, merasa demam, sampai mengalami perasaan mual dan muntah.

Jika Anda merasakan gejala penyakit kelamin pada wanita ini, Anda bisa langsung melakukan konsultasi dengan dokter Anda agar segera mendapatkan penanganan. Jika Anda positif terkena penyakit tersebut, Anda akan mendapatkan obat antibiotik yang difungsikan untuk mematikan bakteri yang menjadi akar permasalahan infeksi tersebut.

4. Kutil kelamin


Penyakit kelamin pada wanita selanjutnya adalah kutil kelamin. Penyakit jenis ini menjadi salah satu penyakit yang juga digolongkan sebagai PMS. Penyebab penyakit jenis ini adalah infeksi virus. Adapun jenis virus yang menginfeksi adalah HPV atau human papilloma virus.

Virus ini akan menular jika terjadi kotak kulit secara langsung sehingga sangat umum jika tersebar melalui hubungan seksual.

Penyakit kelamin pada wanita ini memiliki ukuran sangat kecil dan cenderung datar sehingga kerap tidak kasat mata. Penderita juga cenderung tidak menyadari jika terserang penyakit jenis ini. Setelah berkembang, barulah penderita sadar.

Kulit yang berkembang dapat berbentuk menonjol dan membesar. Kutil kelamin sebenarnya dapat tumbuh baik pada wanita maupun pria. Namun, pada wanita dapat lebih berbahaya karena kutil dapat tumbuh tidak hanya pada permukaan organ saja, tetapi juga pada bagian dalam organ.

Hal ini membuat penyembuhannya membutuhkan penanganan khusus oleh dokter. Virus jenis HPV ini dapat menetap pada tubuh seseorang dalam waktu yang lama dalam kondisi inaktif. 

Saat tubuh kita sedang tidak dalam keadaan prima, penyakit ini dapat tumbuh berulang. Ada banyak jenis virus HPV, namun, hanya beberapa saja yang memiliki risiko tinggi menjadi penyebab kutil kelamin ini.

Nah, itu tadi 4 penyakit kelamin pada wanita yang dapat mudah menyerang. Masih ada beberapa penyakit kelamin yang dapat menyerang para wanita seperti penyakit kanker serviks, dan sebagainya.

Bagi Anda yang ingin terhindar dari penyakit tersebut, menjaga kebersihan organ intim menjadi hal yang utama. Selain itu, menghindari hubungan sesama jenis dan setia pada satu pasangan juga menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan agar terhindar dari penyakit tersebut. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2
 

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kutil Kelamin

Obat Herbal Penyakit Kutil Kelamin, Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Herpes Simplex Genital, Gatal Kemaluan, Selangkangan dan Alat Vital.

Penyakit kelamin adalah salah satu penyakit yang harus Anda waspadai. Penyakit kelamin ada yang berbahaya dan ada pula yang tidak berbahaya. Salah satu penyakit kelamin yang paling sering diderita dan menular adalah kutil.

Penyakit ini cenderung tidak berbahaya dan kerap menyerang banyak orang tanpa menyebabkan sakit. Penyakit kutil kelamin ini biasa diderita banyak orang dan dapat menular dari hubungan seksual.

Adapun faktor yang menyebabkan risiko tertularnya penyakit jenis ini adalah karena melakukan hubungan intim dengan lebih dari satu orang terutama jika dilakukan tanpa pelindung.

Faktor yang menjadi risiko yang kedua adalah melakukan hubungan intim dengan pasangan yang riwayat hubungan seksual tidak jelas. Faktor yang ketiga adalah aktif berhubungan intim di usia yang terlalu dini.

Selain karena melakukan hubungan intim dengan pasangan, penyakit ini juga dapat menular dari alat bantu seksual yang sudah terpapar virus penyebab penyakit ini sebelumnya.

A. Penyebab Penyakit

Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas, penyakit kutil kelamin disebabkan oleh virus. Adapun virus yang menyebabkan penyakit yang dapat diderita pria dan wanita ini adalah HPV yang merupakan singkatan dari human papillomavirus.

Virus yang masuk dalam golongan HPV sangatlah banyak, ada lebih dari 100 jenis virus. Walaupun ada banyak jenis HPV, namun, tidak semua virus tersebut dapat mengakibatkan kutil pada kelamin. 


Dari jumlah ratusan tersebut, hanya sekitar 40 yang dapat menjadi penyebab dan hanya HPV 6 dan HPV 11 lah yang paling sering menjadi penyebab kutil pada kelamin dengan persentase kejadian 90%.

Virus HPV adalah virus yang dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh. Saat masuk ke dalam tubuh kita, virus ini bisa berdiam diri dan bahkan memperbanyak diri di dalam sel. Setelah berkembang, HPV akan keluar dari sel yang menjadi inang dan menyerang sel lain yang masih sehat.

Bagi Anda yang khawatir mengenai penyebaran HPV penyebab penyakit kutil kelamin, Anda bisa cukup lega karena penyakit ini hanya bisa menular melalui hubungan intim dan tidak akan menular dari ciuman, pelukan, dan media perantara lain seperti handuk, alat makan, kertas toilet, dan sebagainya.

Nah, hubungan intim yang dapat menyebabkan penyakit jenis ini termasuk di dalamnya hubungan secara anal dan oral, serta berbagi alat bantu seks dengan beberapa orang. Sentuhan dari kulit kelamin juga menjadi faktor yang dapat memicu menularnya penyakit ini. 




Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Pemesanan

B. Gejala Penyakit

Setelah mengetahui penyebabnya, kini kita bahas mengenai gejala. Sering kali terjadi, kutil kelamin tumbuh dengan ukuran yang sangat kecil. Hal ini mengakibatkan penyakit ini kerap tidak terasa sakit dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Gejala paling umum yang dirasakan penderita adalah rasa gatal pada bagian sekitar area genital dan merasa tidak nyaman. Bentuk kutil sendiri jika diperhatikan berwarna abu-abu atau kemerahan dengan ukuran yang sangat kecil.

Kutil pada kelamin juga dapat berbentuk seperti bunga kol karena beberapa kutil tumbuh saling berdekatan. Saat melakukan hubungan seksual, daerah kutil bisa berdarah dan menyebabkan penderita tidak nyaman dalam berhubungan.

Kutil pada kelamin biasanya menyerang pria pada daerah kantong zakar, ujung dan batang penis, paha bagian atas, selangkangan, di dalam uretra, serta di dalam atau di sekitar anus.

Adapun pada wanita, penyakit ini biasanya menyerang bagian anus, vulva, leher rahim, daerah diantara anus dan kelamin, serta pada paha atas. Pada kondisi hubungan seks yang tidak wajar, kutil ini juga dapat tumbuh pada bagian tenggorokan dan mulut. 




Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Pemesanan

C. Pengobatan Penyakit

Nah, jika ada penderita yang mengalami gejala di atas, penderita bisa langsung berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana penangan penyakit ini dengan tepat. Pengobatan penyakit kutil kelamin, secara umum dapat dibagi menjadi dua bagian.

Bagian yang pertama adalah dengan menggunakan obat-obatan secara topikal. Bagian yang kedua adalah prosedur yang diberi nama ablasi. Penggunaan obat jenis topikal biasa digunakan untuk mengatasi kutil yang memiliki tekstur lunak memiliki sifat menyebar.
 

Sedangkan teknik ablasi digunakan pada penderita dengan kutil kelamin yang tidak membaik setelah diobati dengan obat topikal. Prosedur ablasi juga dapat dilakukan dan menjadi prosedur yang utama jika penderita sedang hamil.

Hal ini karena wanita hamil sangat sensitif terhadap obat termasuk obat topikal yang dapat membahayakan janin yang dikandungnya.

Lalu, apa sebenarnya pengobatan topikal tersebut? Pengobatan topikal adalah pengobatan yang dilakukan dengan cara dioles. Biasanya, obat berbentuk salep krim, gel, ataupun cairan dengan kandungan bahan aktif yang dapat membunuh virus serta merangsang sistem imun sehingga tidak muncul infeksi.

Perlu Anda tahu bahwa obat topikal yang digunakan untuk mengobati kutil kelamin tidak sama dengan obat topikal biasa. Oleh karenanya, penderita harus berhati-hati dalam penggunaannya. Penggunaan obat tipikal biasa untuk mengobati kutil pada kelamin dapat membuat kulit di area tersebut iritasi. Mengapa ?

Karena kulit pada daerah organ intim lebih sensitif, terdiri dari jaringan yang lunak dan memiliki kelembaban tinggi. Adapun obat yang dapat digunakan penderita diantaranya adalah asam trikloroasetat, imiquimod, dan podophyllotoxin.

Nah, kini kita bahas prosedur ablasi. Apa sebenarnya prosedur ablasi itu? Prosedur ablasi adalah sebuah prosedur yang menggunakan beberapa teknik. Adapun beberapa teknik yang digunakan diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Eksisi

Eksisi adalah sebuah metode penyembuhan penyakit kutil kelamin dengan cara memotong kutil dan membuangnya. Penanganan dengan cara ini hanya diperuntukan bagi kutil yang berkelompok dengan jumlah yang sedikit dan dilakukan dengan bius lokal saja.

2. Bedah listrik

Metode ini merupakan metode kombinasi dengan metode sebelumnya. Hal yang membedakan adalah bedah listrik dapat membakar sisa jaringan yang terserang kutil. Penghilangan kutil dengan metode ini biasanya untuk kutil yang berada di anus dan vulva.

3. Cryotherapy

Metode pelepasan satu ini tidak dibakar melainkan dibekukan dengan menggunakan sifat nitrogen cair. Perlakukan ini adalah terapi berkala yang dilakukan beberapa kali hingga kutil hilang dan berganti menjadi jaringan kulit baru yang sehat.

4. Bedah laser

Nah, seperti namanya, cara ini menggunakan keunggulan sinar laser untuk membuat kutil hilang dengan cara membakarnya. Pilihan ini merupakan pilihan yang terakhir jika metode ablasi lainnya tidak berhasil menghilangkan kutil.

Agar penyakit kutil kelamin penderita dapat sembuh total, yang perlu dilakukan adalah tidak melakukan hubungan intim pada saat sedang menjalani pengobatan. 


Hindari penggunaan busa mandi, lotion, dan sabun yang harum atau mengandung parfum. Mengapa? Karena hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit yang sedang diobati.

Kutil kelamin dapat menyerang siapa saja dan dapat menular, oleh karenanya, untuk menghindari terserang penyakit ini, kita dapat mencegahnya dengan melakukan hubungan intim dengan setia pada satu pasangan. 


Selain itu, Anda juga bisa melakukan vaksinasi HPV. Vaksin diberikan saat Anda belum aktif melakukan hubungan seksual sehingga hasilnya dapat lebih efektif. 

Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2
 

Hindari Penyakit Kelamin dengan Melakukan Hubungan yang Sehat Bersama Pasangan


Spesialis Obat Herbal Penyakit Kelamin : Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Kutil Kelamin, Herpes Simplex Genital, Gatal Di Selangkangan dan Kemaluan.





 Penyakit menular seksual menjadi sesuatu yang harus diwaspadai khususnya bagi para pasangan. Salah satu cara penularan penyakit seksual tersebut kebanyakan melalui hubungan seks.

Oleh karena itu, para pasangan yang sudah menikah dan telah melakukan hubungan seks juga tetap memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit menular seksual. Namun berbagai penyakit kelamin ini bukan berarti tidak bisa dicegah dan dihindari.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan melakukan hubungan seks yang sehat bersama pasangan Anda, sehingga dapat mengurangi terjadinya penyakit pada kelamin akibat berhubungan seks.

Berikut akan diberikan beberapa tips untuk menjaga hubungan dengan pasangan dan upaya menciptakan hubungan yang sehat dengan pasangan.

Salah satu kunci untuk menjaga hubungan dengan pasangan agar tetap harmonis adalah dengan selalu terbuka dan jujur satu sama lain. Upaya tersebut dapat pula diterapkan ketika melakukan hubungan intim dengan pasangan agar tercipta hubungan yang sehat dan membahagiakan.

Beberapa tips berikut perlu diketahui agar Anda dan pasangan dapat terhindar dari penyakit kelamin.
 


1. Terbuka terhadap pasangan dan bicarakan hal-hal penting terkait seks

Sebelum melakukan hubungan intim, tak ada salahnya Anda dan pasangan berbincang-bincang sejenak. Kemukakan hal-hal terkait hubungan seks. Seperti misalnya bagian mana yang sensitif di area tubuh pasangan dan jujur terhadap pasangan.

Hal ini dapat membuat hubungan seks bersama pasangan menjadi lebih nyaman dan tidak merasa terbebani satu sama lain. Jangan malu berbicara ketika memiliki keluhan maupun permintaan khusus terhadap pasangan yang berhubungan dengan seks. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Pemesanan

2. Jangan memaksa pasangan untuk melakukan hubungan seks

Sebaiknya jangan memaksakan kehendak dengan mengajak pasangan melakukan pasangan, padahal dalam kondisi yang tidak memungkinkan. Apalagi wanita memiliki saat-saat yang sebaiknya tidak melakukan hubungan seks.

Misalnya ketika menstruasi ataupun saat memasuki masa hamil tua. Hal ini penting dan dapat digunakan sebagai upaya mencegah penyakit kelamin, mengingat saat mengalami menstruasi banyak bakteri yang tentu berbahaya jika dipaksakan untuk melakukan hubungan intim.

 
3. Setia pada satu pasangan

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit kelamin adalah dengan setia pada pasangan Anda. Ketika hanya memiliki satu pasangan, tentu seseorang akan cenderung melakukan hubungan seks dengan satu orang saja. Hal ini dapat mencegah terjadinya penyakit pada kelamin yang biasanya diakibatkan karena bergontai-ganti pasangan.
 

4. Jangan melakukan hubungan seks bebas

Masih terkait dengan tips sebelumnya, usahakan jangan melakukan seks bebas atau melakukan hubungan seks sebelum menikah. Hal ini dapat meningkatkan risiko terinfeksi penyakit kelamin.

5. Jagalah kebersihan sebelum dan sesudah melakukan hubungan

Jangan mengabaikan kebersihan terutama saat akan melakukan hubungan intim. Berhubungan yang sehat juga dapat tercipta dengan Anda dan pasangan selalu menjaga kebersihan dan dalam keadaan bersih sebelum melakukan hubungan seks.

Hal ini dapat mengurangi adanya berbagai bakteri dan kuman yang ada pada alat kelamin. Setelah melakukan hubungan seks, juga sebaiknya langsung membersihkan seluruh tubuh sehingga dapat mencegah terjangkitnya penyakit seksual.

6. Hindari pergi ke tempat hiburan malam

Pergi ke tempat hiburan malam dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual, karena tempat-tempat tersebut rawan dengan adanya godaan untuk melakukan seks bebas dengan siapa saja yang belum tentu Anda kenal dengan baik

Anda juga tidak akan tahu pasti apakah akan terkena penyakit seksual atau tidak. Oleh karena itu, salah satu langkah pencegahannya adalah dengan tidak pergi ke tempat hiburan malam seperti itu.

7. Jangan pernah mencoba menggunakan barang terlarang seperti alkohol dan narkoba

Mengonsumsi obat-obat terlarang seperti narkoba juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual.

Selain melakukan hubungan seks dengan penderita penyakit seksual, menggunakan narkoba dengan bantuan jarum suntik dan semacamnya dapat menularkan penyakit kelamin.

Penularan tersebut melalui darah si penderita penyakit dengan penggunaan jarum suntuk secara bergantian. Oleh karena itu, jangan pernah mencoba barang terlarang tersebut. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Pemesanan

8. Gunakan alat pengaman saat melakukan hubungan

Menggunakan alat pengaman seperti kondom juga dapat mencegah penularan penyakit pada kelamin. Namun, bukan berarti Anda dapat bebas melakukan hubungan seks dengan siapa saja melalui bantuan kondom ini.

9. Cek kesehatan kelamin bersama dengan pasangan secara rutin

Salah satu hal yang sering diabaikan oleh banyak orang adalah melakukan pemeriksaan atau cek kesehatan secara rutin ke dokter. Padahal upaya tersebut cukup ampuh untuk menanggulangi dan memerangi penyakit kelamin apabila sudah diketahui sejak dini.

Maka dari itu, akan lebih baik jika melakukan cek kesehatan bersama dengan pasangan termasuk untuk pemeriksaan alat kelamin.

10. Olahraga bersama dengan pasangan

Salah satu kegiatan positif yang baik untuk meningkatkan keharmonisan bersama pasangan adalah dengan melakukan olahraga bersama dengan pasangan Anda.

Selain tubuh menjadi sehat dan bugar, hal ini juga dapat meningkatkan kekompakan dan quality time bersama pasangan dengan cara yang berbeda.

11. Melakukan vaksinasi HPV untuk mengurangi risiko terkena HPV

Melakukan vaksinasi HPV juga dapat dijadikan sebagai upaya mencegah timbulnya penyakit kelamin. Apalagi virus dan bakteri menjadi penyebab utama dari timbulnya penyakit seksual ini. Hal ini dapat dikategorikan sebagai tindakan pencegahan sejak dini.

12. Tidak melakukan perilaku seks yang menyimpang


Tips selanjutnya adalah dengan tidak melakukan perilaku seks menyimpang seperti berhubungan dengan sesama jenis. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit menular seksual.
 

13. Tidak melakukan hubungan penderita penyakit menular seksual

Upaya untuk mencegah penyakit kelamin tentunya dengan tidak melakukan hubungan seks dengan penderita penyakit tersebut. Oleh karena itu, jangan melakukan hubungan seks bebas.

Selain itu juga perlu melakukan cek bersama pasangan untuk mengetahui kesehatan kelamin Anda dan pasangan, sehingga tidak akan merugikan satu sama lain jika semuanya dalam keadaan sehat.

14. Selalu menjaga kesehatan dan melakukan pola hidup yang sehat

Upaya pencegahan yang perlu dibiasakan bersama dengan pasangan adalah dengan selalu mengingatkan dan menjaga kesehatan masing-masing.

Tak lupa juga untuk memulai pola hidup sehat, dimulai dari makanan yang dikonsumsi, menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar, serta rajin untuk melakukan olahraga.

Penyakit menular seksual memang banyak disebabkan oleh adanya hubungan seksual yang tidak sehat. Oleh karena itu, melakukan hubungan yang sehat memang menjadi hal utama dan harus dilakukan oleh setiap pasangan.

Jangan lupa, untuk terus menjaga komunikasi dengan pasangan dan saling terbuka merupakan hal penting, sehingga kualitas hubungan yang baik tetap terjaga.

Menjaga kesehatan terutama kesehatan alat kelamin memang memerlukan kerja sama dengan pasangan masing-masing. Anda tidak perlu merasa malu atau merasa tidak enak dengan pasangan. Hal ini demi kebaikan bersama dan untuk mencegah penyakit seksual yang parah.

Jangan lupa untuk selalu rutin melakukan pemeriksaan bersama pasangan agar terhindar dari penyakit kelamin. Jika terdapat sesuatu yang berbeda atau ditemukan gejala awal penyakit seksual, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter bersama dengan pasangan. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2

Kenali Bahaya Penyakit Sipilis dan Lakukan Pencegahan dari Sekarang


Obat Herbal Penyakit Kutil Kelamin, Sipilis, Raja Singa, Gonore, Kencing Nanah, Herpes Simplex Genital, Gatal Kemaluan, Selangkangan dan Alat Vital.

Salah satu penyakit yang harus diwaspadai oleh semua orang adalah penyakit kelamin. Penyakit kelamin tergolong sebagai penyakit menular seksual yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi penyakit tersebut.

Sipilis merupakan penyakit menular seksual yang dapat terjadi pada wanita maupun pria. Pembahasan kali ini terkait penyakit sipilis yang biasanya tidak disadari oleh para penderitanya. Oleh karena itu, perlu diketahui penyebab, ciri-ciri, gejala, pengobatan, hingga pencegahan penyakit ini.
 

Penyakit sipilis atau yang juga dikenal dengan raja singa ini merupakan penyakit pada kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Treponema Pallidum.
 

Penularan penyakit ini melalui hubungan seksual dengan si penderita sipilis, ditularkan oleh ibu hamil pada janinnya atau yang dikenal juga dengan sipilis kongenital, dan bahkan penularan bisa melalui darah dengan adanya penggunaan jarum suntik secara bersama.

Perlu diketahui bahwa penularan tidak akan terjadi melalui penggunaan toilet yang sama, penggunaan peralatan makan maupun pakaian secara bersama-sama, dan tidak juga melalui penggunaan kolam renang yang sama.

Seperti sudah dikatakan sebelumnya bahwa penyakit sipilis ini biasanya tidak disadari para penderita pada awalnya, karena penyakit ini memang ditandai dengan luka tanpa adanya rasa sakit.

Berikut ini terdapat beberapa tanda atau ciri jika seseorang telah terjangkit penyakit sipilis. 


Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Pemesanan

Pertama, beberapa tanda sipilis pada wanita di antaranya sebagai berikut :

· Penderita akan mengalami keputihan yang banyak dan tidak normal, berbau, hingga warnanya kehijauan

· Penderita merasakan nyeri saat melakukan hubungan seksual dan juga saat melakukan buang air kecil

· Adanya rasa gatal pada bagian alat kelamin maupun di sekitar area tersebut

· Adanya luka kecil yang kadang tidak disertai rasa sakit

· Adanya cairan yang tidak umum atau tidak normal keluar dari saluran untuk kencing

· Penderita mengalami perubahan warna pada mata dan kulitnya

· Penderita mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening

Sementara ciri atau tanda pada penderita pria di antaranya:

· Penderita mengalami rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil maupun saat melakukan hubungan seksual

· Adanya luka tanpa disertai rasa sakit pada bagian kelamin dan anus

· Adanya cairan aneh yang keluar dari alat kelamin penderita

· Adanya bintik merah dan bersisik pada bagian telapak tangan maupun kaki

· Penderita selanjutnya merasa demam dan sakit pada sekujur tubuhnya

· Penderita kerap merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas berat di setiap harinya

· Penderita mengalami penurunan berat badan

Beberapa tanda atau ciri penyakit sipilis ini tidak langsung kelihatan ataupun muncul dalam waktu bersamaan, melainkan bertahap dan bahkan terkadang bisa kelihatan seperti sembuh lalu sakit kembali.

Apalagi penyakit ini bisa memakan waktu 2 hingga 4 tahun untuk berkembang dan berubah ke fase yang lebih parah. Oleh karena itu, jika mengalami beberapa gejala yang menunjukkan salah satu ciri sipilis, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mematikannya dan mencegahnya ke tahap yang lebih parah. 



Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Pemesanan
 
· Lakukan tes darah

Salah satu cara untuk memastikan apakah seseorang terjangkit penyakit ini atau tidak adalah dengan melakukan tes darah. Tes ini terdiri dari beberapa rangkaian dan perlu dilakukan beberapa kali untuk memastikan hasil diagnosanya.

· Lakukan pemeriksaan cairan dari luka

Pada penderita penyakit sipilis di tahap primer ataupun sekunder, biasanya akan muncul luka. Sebaiknya lakukan pemeriksaan dan tes pada laboratorium untuk mengambil sampel cairan dari luka tersebut, sehingga diketahui apakah telah terjangkit penyakit ini atau tidak.

Gejala penyakit sipilis ini terdiri dari beberapa tahapan atau fase tertentu, di antaranya:

· Fase primer

Pada fase primer, terdapat sebuah luka maupun beberapa luka pada penderita sipilis. Fase ini terjadi kira-kira satu hingga empat minggu, bahkan bisa mencapai 3 bulan lamanya.

Luka ini biasanya akan hilang dengan sendirinya hingga sekitar satu bulan, maka dari itu banyak orang tidak menyadarinya.

· Fase sekunder

Apabila pada fase primer tidak disadari oleh penderitanya, maka bisa berlanjut pada fase sekunder. Pada fase ini, penderita ditandai dengan adanya ruam hingga berwarna kemerahan. Tanda lainnya bisa berbentuk bintik-bintik kemerahan pada bagian telapak tangan dan juga kaki.

Penderita juga terkadang mengalami penurunan berat badan, mengeluh sering sakit kepala, nyeri, demam, sakit pada bagian tenggorokan dan juga pembengkakan pada kelenjar getah bening.
 

· Fase laten

Tahap laten ini bisa berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya dan gejalanya juga sudah sangat sulit diketahui. Jika tidak dilakukan tindakan, maka akan berlanjut ke fase paling parah yaitu fase tersier.

· Fase tersier

Pada tahap ini, sipilis sudah memasuki dan merasuk organ tubuh si penderita seperti menyerang saraf, jantung, hati, pembuluh darah, hingga ke mata. Fase ini merupakan yang paling berbahaya karena penderita bisa mengalami kelumpuhan, kebutaan, bahkan hingga kematian.

Selain ditularkan melalui seks, sipilis juga bisa ditularkan oleh ibu hamil ke bayinya. Oleh karena itu terdapat juga fase kongenital yaitu penularan saat bayi berada dalam kandungan ibu hamil yang menderita sipilis.

Akibatnya bisa menyebabkan keguguran, lahir prematur, bahkan si bayi bisa menderita sipilis saat terlahir hingga si bayi bisa meninggal dalam kandungan.

Penyakit sipilis dapat diobati dengan obat yang dinamakan penisilin. Biasanya obat ini akan berhasil pada penderita sipilis pada tahap primer dan juga sekunder. Selain itu, pemberian obat dan antibiotik lain juga diperlukan apabila sudah memasuki fase yang lebih parah.

Oleh karena itu, segeralah konsultasi ke dokter spesialis sehingga penyakit dapat segera ditangani. Selain itu obat herbal juga kerap digunakan oleh penderita sipilis.

Beberapa obat herbal tersebut terbuat dari bahan-bahan alami seperti daun sirih, biji-biji kemukus, lidah buaya, bawang putih, kumis kucing, hingga akar alang-alang. Bahan-bahan tersebut biasanya dibersihkan dan direbus hingga mendidih, kemudian airnya diminum secara teratur.

Beberapa kalangan meyakini jika obat herbal dari tanaman tersebut dapat menyembuhkan sipilis. Bahkan mungkin lebih efektif dalam menyembuhka jenis penyakit kelamin ini dibandingkan obat medis atau farmasi. Selain itu pengobatan herbal yang lebih alami tentu minim efek samping bagi tubuh.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit sipilis di antaranya:

· Setia kepada pasangan Anda dan sering melakukan pemeriksaan bersama

· Biasakan Anda dan pasangan selalu menjaga kebersihan tubuh terutama pada bagian kelamin

· Jangan melakukan hubungan seks di luar nikah atau melakukan seks bebas

· Jangan melakukan penyimpangan seks atau melakukan hubungan dengan sesama jenis

· Jangan mengonsumsi obat-obat terlarang seperti narkoba, apalagi melalui suntikan mengingat penularan sipilis juga bisa melalui darah dengan penggunaan jarum suntik bersama.

· Jangan membuat tato karena menggunakan jarum yang belum tentu steril

Setelah mengetahui beberapa informasi menyangkut sipilis, sebaiknya tingkatkan kualitas diri dan selalu menjaga kebersihan untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut. Jangan pernah menyepelekan tanda kecil apapun pada diri Anda.

Jika merasa terdapat perubahan pada diri Anda, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter. Apalagi banyak orang tidak menyadari dirinya tengah menderita penyakit sipilis. 



Obat Sipilis Raja Singa - Obat Gonore Kencing Nanah - Obat Kutil Kelamin - Obat Herpes Simplex - Obat Gatal Selangkangan & Kemaluan - Pemesanan

Konsultasi Kesehatan Gratis, Kami Jamin Rahasia Anda
SMS & WA = 0858-7706-2008 ; BBM = D3A5DDA2

Arsip Blog

Original Content

Protected by Copyscape

Blog Protection

Copyright © Herbal Penyakit Kelamin | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com